Event Epsilon Phi
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Oke teman-teman,
dalam rangka event Epsilon phi, saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya
yang sedang berusaha untuk bisa lolos seleksi Perguruan tinggi yang saya
idam-idamkan, jadi mohon maaf ya jika ada salah kata dalam tulisan saya ini, hehe.
Tahun 2017, tepatnya tanggal 13 juni, dimana pada hari itu merupakan hari penentuan semua usaha yang telah saya lakukan. Ya walaupun hati berdetak tidak karuan akan tetapi rasa penasaran harus didahulukan. Lalu saya pun mengakses website resmi SBMPTN 2017, dan ternyata...
DOWN, ya website nya down sodara-sodara hehehe. Maka oleh sebab itu saya urungkan niat saya sementara untuk membuka hasil pengumuman karena website nya sedang down (mungkin karena banyaknya para sbm warrior yang sedang mengakses hehe). Saya pun menuruti perintah ibunda dulu untuk mengepel rumah(ya itung-itung sambil nunggu agar website nya normal lagi). 2 jam setelah mengepel, rasa penasaran pun kembali muncul. Lalu saya mengakses kembali web-web yang mengumumkan hasil seleksi SBMPTN. Setelah berhasil menemukan website yang dapat diakses, saya pun memasukan nomor peserta saya, dan hasilnya...
DORRR, MAAF, ANDA TIDAK LOLOS....
Ketika melihat ucapan tersebut, dalam hati terasa dunia berhenti berputar teman-teman, bagaikan seekor burung yang tiba-tiba patah sayap dan terjatuh dalam jurang yang dalam.
Yak, perasaan kecewa adalah perasaan yang sangat cocok pada situasi tersebut, lalu aku pun termenung karena bingung apa yang akan aku ucapkan pada kedua orang tuaku yang telah susah payah menyekolahkan anaknya yang tidak tau diri ini. Lalu aku menyampaikan hasil pengumuman kepada ibuku. Setelah aku menyampaikan hasil pengumuman, ibuku pun bilang agar sabar dan terima apa adanya karena aku telah ikhtiar, ya walaupun aku merasa bersalah,gagal, dan telah mengecewakan kedua orang tuaku. Karena aku penasaran dan merasa tertantang dengan sbmptn, Maka aku memberanikan diri untuk mencoba sbmptn tahun depan (2018 ya sekarang ini) dengan mengambil resiko GAP YEARRR, ya bahasa gaulnya gap year atau bisa dikatakan nganggur 1 tahun, hehe. Lalu aku pun berusaha menguatkan tekad untuk belajar dengan serius, karena saya akui dalam menghadapi sbmptn 2017 persiapan ku sangat lemah.
Tahun 2017, tepatnya tanggal 13 juni, dimana pada hari itu merupakan hari penentuan semua usaha yang telah saya lakukan. Ya walaupun hati berdetak tidak karuan akan tetapi rasa penasaran harus didahulukan. Lalu saya pun mengakses website resmi SBMPTN 2017, dan ternyata...
DOWN, ya website nya down sodara-sodara hehehe. Maka oleh sebab itu saya urungkan niat saya sementara untuk membuka hasil pengumuman karena website nya sedang down (mungkin karena banyaknya para sbm warrior yang sedang mengakses hehe). Saya pun menuruti perintah ibunda dulu untuk mengepel rumah(ya itung-itung sambil nunggu agar website nya normal lagi). 2 jam setelah mengepel, rasa penasaran pun kembali muncul. Lalu saya mengakses kembali web-web yang mengumumkan hasil seleksi SBMPTN. Setelah berhasil menemukan website yang dapat diakses, saya pun memasukan nomor peserta saya, dan hasilnya...
DORRR, MAAF, ANDA TIDAK LOLOS....
Ketika melihat ucapan tersebut, dalam hati terasa dunia berhenti berputar teman-teman, bagaikan seekor burung yang tiba-tiba patah sayap dan terjatuh dalam jurang yang dalam.
Yak, perasaan kecewa adalah perasaan yang sangat cocok pada situasi tersebut, lalu aku pun termenung karena bingung apa yang akan aku ucapkan pada kedua orang tuaku yang telah susah payah menyekolahkan anaknya yang tidak tau diri ini. Lalu aku menyampaikan hasil pengumuman kepada ibuku. Setelah aku menyampaikan hasil pengumuman, ibuku pun bilang agar sabar dan terima apa adanya karena aku telah ikhtiar, ya walaupun aku merasa bersalah,gagal, dan telah mengecewakan kedua orang tuaku. Karena aku penasaran dan merasa tertantang dengan sbmptn, Maka aku memberanikan diri untuk mencoba sbmptn tahun depan (2018 ya sekarang ini) dengan mengambil resiko GAP YEARRR, ya bahasa gaulnya gap year atau bisa dikatakan nganggur 1 tahun, hehe. Lalu aku pun berusaha menguatkan tekad untuk belajar dengan serius, karena saya akui dalam menghadapi sbmptn 2017 persiapan ku sangat lemah.
Hari demi hari pun berlalu, aku pun telah melupakan kegagalan ku dan berniat tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ketika sedang asik-asiknya chatting dan stalking (bukan stalking doi lho yaa, hehe) dengan aplikasi Li*e, saya pun tertarik dengan kiriman seorang teman di sebuah grup belajar yang berisi TryOut Epsilon Phi,yang dalam hati akupun berkata "yah paling soal-soal sbm tahun kemarin yang dicomot terus tinggal pasang dan diurutin".
Dikarenakan epshilon phi sedang membuka TO gratis, maka aku pun penasaran lalu daftar dan berhasil mendapatkan kode untuk mengerjakan TO tersebut. Lalu akupun mengunjungi website Epsilon Phi dan mulailah mengerjakan TO SBM SAINTEK karena aku memang memilih jurusan yang berada dalam rumpun saintek. Soal yang aku pilih untuk dikerjakan dahulu adalah TKPA. Ya TKPA, dalam hati akupun berkata "yak, paling soalnya mirip kaya soal to bimbel yang pernah gw kerjain". Ketika aku memulai TO Epsilon yang pertama kali buatku ini, seraya dalam hati pun berkata "lah kok ni soal unik bener dah".
Gampang kagak..
susah? Iyalah,namanya juga TO sbmptn, hehe.
Tapi menurutku yang membuat soal-soal TO Epsilon Phi ini unik adalah soal yang dibuat tutor/guru-guru epsilon phi ini bener-bener soal TO yang SEBENARNYA.
Loh kenapa? Karena berdasarkan dari semua soal TO yang pernah aku kerjakan, baru kali ini aku menemukan soal TO yang kreatif dan belum pernah aku temukan, jadi kesanya dibuat dengan serius dan tidak asal comot sana comot sini lalu dipasang dan diurutkan seperti TO online yang lainya, karena soal yang dibuat para tutor/guru Epsilon Phi ini benar-benar ditujukan untuk mengasah dan menguji para siswa.
Tapi inget lho ya, yang aku kerjakan ini baru bagian TKPA. Setelah selesai mengerjakan bagian TKPA, lalu akupun langsung mengerjakan ke bagian yang selanjutnya, yaitu SAINTEK.
"DUH GILEE", inilah ucapan pertamaku ketika pertama kali melihat soal Saintek. Bagaimana tidak, ketika membaca soal saintek ini, aku merasa bahwa soal saintek yang aku kerjakan ini seperti 2x lebih susah dari pada soal sbm saintek 2017. Alhasil aku hanya mengerjakan 1 soal matematika,kimia,fisika dan 4 soal biologi lalu langsung aku kumpulkan karena nampaknya kepalaku sudah mulai berasap, hehe. Maka setelah selesai, aku pun berminat untuk mengikuti TO SBMPTN SAINTEK 12x karena aku merasa TO ini memang pantas untuk dijadikan tolak ukur kemampuan agar bisa lolos seleksi sbmptn dan seleksi perguruan tinggi lainya. Dan alhamdulillah, sekarang sudah berjalan sampai TO yang ke-6 dan nilaiku cenderung naik. Dan rencanaku dengan mengikuti TryOut Epsilon Phi ini adalah agar bisa terus mengasah dan menguji tingkat kecerdasan dan ketelitian dalam menghadapi seleksi sbmptn yang akan datang.
Tapi menurutku yang membuat soal-soal TO Epsilon Phi ini unik adalah soal yang dibuat tutor/guru-guru epsilon phi ini bener-bener soal TO yang SEBENARNYA.
Loh kenapa? Karena berdasarkan dari semua soal TO yang pernah aku kerjakan, baru kali ini aku menemukan soal TO yang kreatif dan belum pernah aku temukan, jadi kesanya dibuat dengan serius dan tidak asal comot sana comot sini lalu dipasang dan diurutkan seperti TO online yang lainya, karena soal yang dibuat para tutor/guru Epsilon Phi ini benar-benar ditujukan untuk mengasah dan menguji para siswa.
Tapi inget lho ya, yang aku kerjakan ini baru bagian TKPA. Setelah selesai mengerjakan bagian TKPA, lalu akupun langsung mengerjakan ke bagian yang selanjutnya, yaitu SAINTEK.
"DUH GILEE", inilah ucapan pertamaku ketika pertama kali melihat soal Saintek. Bagaimana tidak, ketika membaca soal saintek ini, aku merasa bahwa soal saintek yang aku kerjakan ini seperti 2x lebih susah dari pada soal sbm saintek 2017. Alhasil aku hanya mengerjakan 1 soal matematika,kimia,fisika dan 4 soal biologi lalu langsung aku kumpulkan karena nampaknya kepalaku sudah mulai berasap, hehe. Maka setelah selesai, aku pun berminat untuk mengikuti TO SBMPTN SAINTEK 12x karena aku merasa TO ini memang pantas untuk dijadikan tolak ukur kemampuan agar bisa lolos seleksi sbmptn dan seleksi perguruan tinggi lainya. Dan alhamdulillah, sekarang sudah berjalan sampai TO yang ke-6 dan nilaiku cenderung naik. Dan rencanaku dengan mengikuti TryOut Epsilon Phi ini adalah agar bisa terus mengasah dan menguji tingkat kecerdasan dan ketelitian dalam menghadapi seleksi sbmptn yang akan datang.
Mungkin hanya sedikit pengalaman ini yang dapat saya sampaikan, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang kurang tepat. Semoga bermanfaat terima kasih.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Komentar
Posting Komentar
Pengunjung yang baik adalah berkomentar dengan baik :D